Belajar Mandiri, Meraih Prestasi
Duduk di kursi kelas XII tidak menjadi penghalang bagi Adisti Irtifa Amalia atau biasa dipanggil Adisti untuk mengikuti perlombaan. Ketika teman-teman satu angkatannya sudah mulai fokus belajar mempersiapkan diri melanjutkan ke perguruan tinggi justru Adisti mampu membuktikan diri bahwa dia bisa membagi waktunya untuk tetap fokus belajar namun juga diiringi dengan mengasah kemampuan di lomba.
“Tadinya iseng saja bu mengisi waktu dan ngajak teman ikut lomba bareng. Tidak ada kepikiran juga buat ambil lomba sejarah cuma nyoba aja bu biar sekali-kali beda”, ujar Adisti.
Rasa penasaran mendorong Adisti untuk mencoba mengikuti lomba yang didapatnya dari instagram. Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, begitulah kata pepatah. Selain bisa belajar sejarah lebih mendalam dapat pula bonus bisa memenangkan lomba yang diikuti.
Benar adanya bahwa hasil tidak mengkhianati usaha. Perjuangan yang tidak singkat hampir sebulan lamanya belajar mendalami materi alhamdulilah Adisti berhasil meraih Medali Perak di bidang sejarah dalam Olimpiade Sains Nasional Global Youth Action tahun 2021. Suatu anugerah luar biasa yang membuat Adisti semakin semangat dalam belajar.
“Awal daftar itu taunya pertama dari instagram, karena biasanya kita cari info lomba-lomba dari instagram. Kalau belajarnya itu dari internet terus nyari-nyari ringkasan materi sejarah, soalnya kalau dari buku tebel banget. Tapi ga ada kendala selama lombanya”
Dari Adisti kita bisa mengambil pembelajaran bahwasanya tidak ada hambatan dalam berjuang. Adisti menjadi bukti dimana dia yang notabennya siswa jurusan IPA bisa meraih prestasi di bidang humaniora sejarah. Jadi kesempatan akan selalu ada dan juga terbuka untuk siapapun yang mau mengambilnya. Jangan pernah bersikap ragu dalam melangkah meraup kesempatan yang terbuka lebar di depan mata. Kegagalan itu hal yang lumrah terjadi tapi menjadi sesuatu yang hebat ketika kita bisa belajar dari kegagalan itu sendiri. “Coba lagi dan coba lagi” justru menjadi panduan diri untuk tidak pantang menyerah. Karna ketika kita sudah mau mencoba lagi maka hanya akan ada dua kemungkinan besar yakni menang atau kembali berjuang. (NH)
