Berburu Kejuaraan di Berbagai Bidang

Falah Nadya Putri Maharani, siswa berprestasi yang kini duduk di bangku kelas XII IPA 1. Falah, begitu sapaannya, dengan begitu membanggakan berhasil meraih berbagai kejuaraan di banyak bidang. Falah berujar bahwa semuanya diawali hanya modal nekat dengan semangat ingin mencoba ternyata usahanya membuahkan hasil. Perjuangan melelahkan dimana dia harus membagi waktu antara belajar di sekolah dengan keikutsertaannya dalam perlombaan menjadi tantangan tersendiri baginya.

Kemenangannya di awali dari perolehan kejuaraan bidang sejarah yang dapat menyabet medali emas pada Olimpiade Sains Nasional Global Youth Action tahun 2021. Setelahnya Falah semakin termotivasi untuk kembali mengikuti perlombaan lainnya. Semangat juga rasa penasarannya yang tinggi membuatnya tidak lepas dari pencarian informasi lomba siswa SMA se-nasional. Falah mulai aktif mengikuti akun-akun lomba di Instagram dan mulai mencari perlombaan yang waktu pelaksanaannya tidak mepet sekaligus dapat dibagi waktu belajarnya. Saat itu juga dia mendaftarkan diri dalam 3 jenis lomba berbeda sekaligus. Alhamdulilah ketiganya turut mendapatkan kejuaraan yang sama.

Adapun hasil kejuaraan yang didapatnya yaitu:

  1. Medali Emas Bidang Sejarah dalam Olimpiade Sains Nasional Global Youth Action tahun 2021
  2. Medali Perunggu Tingkat Nasional dalam News Generation Olympiad 3 yang diselenggarakan oleh Indonesia Students News
  3. Medali Perunggu Bidang Bahasa Inggris dalam Dhivya Competition 1.0 jenjang SMA/sederajat se-Indonesia
  4. Medali Perak dalam Olimpiade Bahasa Indonesia Tingkat Nasional yang diselenggarakan ole Lembaga Kompetisi Indonesia tahun 2021

Bukan hanya kejuaraan yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi Falah namun juga prosesnya selama mengikuti perlombaan. Dibalik kejuaraan yang dimenangkannya, Falah tidak serta merta mengalami proses yang mulus namun berbagai gejolak batin dia rasakan. Dimana dia harus fokus dengan proses belajarnya di kelas 12 yang membuat dia tidak bisa fokus penuh di beberapa perlombaan hingga hasil akhirnya tidak memperoleh kejuaraan. Akan tetapi hal tersebut tidak menjadikannya putus asa. Justru Falah menilai bahwa menang atapun tidak hanyalah bonus semata yang penting dia mendapat pengalaman dan menghargai segala proses yang telah dilaluinya.

Coba saja semuanya. Urusan berhasil atau gagal urusan belakang yang penting kita sudah nyoba. Kita sudah tahu pengalamannya. Banyak orang yang nggak bertindak karena takut gagal padahal nggak bertindak adalah kegagalan yang jelas sudah terjadi”, ujar Falah. (NH)