4 Medali Hasil Bantingan Pertandingan Kurash

Mungkin tak banyak orang tahu atau bisa dibilang cukup awam dengan salah satu cabang beladiri yakni kurash. Padahal ternyata kurash sudah lama berkiprah sejak 3.500 tahun silam di Uzbekiztan. Beladiri yang berfokus pada bantingan ini juga eksis dalam pertandingan Asian Games 2018 maupun Sea Games 2019 dan akan kembali dipertandingan pada tahun 2022 ini.

Keberadaan kurash dilirik juga dilatih khusus dalam Ferkushi DIY yang notabennya adalah lembaga pelatihan kurash resmi di DIY. Dimana kepengurusannya sendiri dikukuhkan oleh Ketua Umum Ferkushi Indonesia Mayjen TNI (Purn) Abdul Hafil Fuddin sejak 6 Januari 2022 lalu. Ke depannya nanti melalui Ferkushi DIY inilah atlet muda potensial akan dibina untuk mengikuti berbagai pertandingan.

Bulan Januari lalu, Ferkushi DIY menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) pertama di Yogyakarta. dimana kejuaraan ini nantinya menjadi sarana pembinaan atlet Yogyakarta menuju Seleksi Nasional yang akan diselenggarakan akhir Februari. Tak ingin melewatkan kesempatan yang ada, SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta menerjunkan 4 orang perwakilannya untuk mengikuti Kejurda Kurash. Pertandingan berlangsung di Hall Beladiri Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) diikuti oleh seluruh atlet dari 5 kabupaten dan kota di DIY.

Adapun keempat atlet yang dikirim SMA Muha meliputi Dewi Rachmawati, Alzahmendhi, Dendy Rozzaqi Eka, serta Lukman Alwi. Keempat atlet tersebut berasal dari kelas yang sama di kelas XI IPS 4. Dimana keempatnya turut melewati proses latihan hingga pelaksanaan lombapun secara bersama-sama. Proses latihan ini telah berlangsung hampir 3 minggu lamanya sebelum hari h pertandingan. Mereka berlatih secara rutin 3-4 kali setiap minggunya pada jam 06.30-09.30 wib. Walaupun terhitung atlet yang baru mengikuti pertandingan kurash untuk pertama kalinya namun semangat mereka tidak bisa diremehkan. Di bawah bimbingan 3 coach langsung, mereka selalu semangat disiplin melatih diri agar siap meraih kejuaraan.

Kenapa saya milih ikut kurash ya karna tekniknya lumayan mudah juga sedikit mirip sama teknik judo walaupun tetap ada beberapa perbedaannya. Kalau motivasi ikut kurash awalnya karena Bu Aflah, guru olahraga kita, memotivasi buat ikut mencoba dan untuk menambah pengalaman bertanding juga. Alhamdulilah dapat juara hehe”, ujar Dewi salah satu atlet kurash ketika bercerita mengenai pengalaman pertandingannya lalu.

Tidak hanya memiliki jadwal latihan rutin setiap minggunya namun para atlet ini juga wajib mempersiapkan maupun melatih fisik dan mentalnya. Setiap harinya mereka melakukan pemanasan ringan dengan gerakan yang sudah diajarkan dalam sesi latihan, jogging pagi, mengatur pola makan, istirahat cukup juga menjaga berat badan agar tidak naik ataupun turun. Hal tersebut wajib diterapkan agar sehat dan pastinya otot tubuh tidak kaget jadi siap bertanding.

Puji syukur alhamdulilah pertandingan berjalan lancar dan keempat perwakilan sekolah memperoleh kejuaraan. Suatu kebanggaan tersendiri bagi SMA Muha yang telah berhasil mencetak atlet baru di bidang beladiri kurash.

Adapun hasil perolehan kejuaraan Kejurda bidang kurash meliputi:

1). Alzahmendhi memperoleh Medali Perak

2). Lukman Alwi memperoleh Medali Perak

3). Dewi Rachmawati memperoleh Medali Perunggu

4). Dendy Rozzaqi Eka memperoleh Medali Perunggu

Bagi Dewi, motivasi dalam dirinya terbangun untuk mencoba mengikuti perlombaan kurash ini karena jika tidak berani mencoba maka kita tidak akan pernah tahu hasilnya dengan segala proses lelah dan lainnya justru semakin menjadi pecut semangat diri untuk terus bergerak maju. Hal tersebut juga menjadi penyemangat bagi ketiga teman sepejuangan Dewi di kurash.

Tidak hanya berhenti di Kejurda namun perjuangan para atlet SMA Muha ini akan terus berlanjut pada tahap Popda DIY. Rencana pelaksanaannya nanti akan ada di bulan Maret tahun ini. Tetap semangat. Bismillah semoga Allah memberikan kemudahan, kelancaran dan pastinya mendapatkan hasil terbaiknya di pertandingan kelak. Aamiin

Mohon doanya bapak ibu guru. Ini insyaAllah akan ada lomba lagi di bulan Maret nanti ada Popda. Pokoknya bismillah. Mohon doa restunya ya”, ucap Dewi mewakili ketiga teman seperjuangannya. (NH)