Penghargaan Siswa Berprestasi Smuha
Beasiswa prestasi diberikan kepada para siswa yang meraih juara kelas dan juara paralel sekolah. Untuk menentukan juara paralel, sekolah mengambil tiga besar rerata nilai tertinggi. Terkadang dalam satu kelas terdapat lebih dari satu juara paralel. Hal ini dikarenakan siswa yang meraih juara satu di kelas nilainya bisa di bawah juara dua di kelas tertentu sehingga juara tingkat kelas belum tentu menjadi juara paralel.
Saat ditemui Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum Retno Sumirat, S. Pd. mengungkapkan tujuan penghargaan ini diberikan untuk memotivasi siswa agar tetap berprestasi dan memotivasi siswa lain agar berusaha meraih kejuaraan. Sekolah telah memberikan SK (Surat Keputusan) kejuaraan bagi para siswa yang berhasil meraih peringkat tiga besar di setiap jenjang dan setiap peminatan. Selain itu, siswa yang tidak menjadi juara kelas dan tidak termasuk tiga besar peringkat paralel juga mendapatkan SK Kepala Sekolah sebagai siswa berprestasi di bidang akademik. “Pembiasaan iklim berkompetisi secara positif juga menjadi target sekolah untuk mewujudkan generasi muslim yang berkualitas”, ungkapnya.
Febrian Kalila Aruko siswi kelas XI IPS 1 mengungkapkan tentang kebenaran hal tersebut, “Alhamdulilah kemarin saya mendapatkan beasiswa berupa free SPP selama 4 bulan”. Rasa senang dan sedihpun meliputi perasaannya imbuhnya, “Saya sangat senang ketika pertama kali saya mendengar bahwa saya mendapatkan juara paralel, bahagia bercampur dengan sedih yang saya rasakan pada saat saya dipanggil maju untuk mengambil penghargaan didepan lapangan, bahagia karena hasil usaha saya selama satu semester kemarin membuahkan hasil, tetapi sedih karena saya jauh dari orang tua sehingga kabar itu tidak bisa langsung saya sampaikan”.
Febrian Kalila Aruko adalah siswi yang sangat disiplin dan memiliki ambisi yang positif selama belajar di SMA Muha ungkapnya, “Semenjak saya masuk SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta ini saya berambisi untuk merubah hidup saya menjadi lebih baik, alhamdulilah semua hal baik juga ikut menyertai.” Saat ditanya apakah motivasi yang membangun Aruko siswi asal Temanggung ini dalam berprestasi ia mengatakan, “Motivasi terbesar saya dalam meraih nilai yang bagus adalah mendapatkan universitas yang saya cita-citakan dan membanggakan orang tua saya, jika Allah berkehendak untuk saya nanti masuk dan lulus SNMPTN itu adalah bonus dari Allah, setidaknya saya sudah berusaha dulu dengan apa yang saya cita-citakan.”
Yvonne Evanda Ferrumolly siswi kelas X IPA 5 juga mengutarakan perasaannya saat dikonfirmasi telah memperoleh beasiswa dari sekolah ungkapnya, “Kesannya luar biasa. Saya sebenarnya tidak berharap banyak pada hasil belajar, tapi saya hanya ingin memperdalam ilmu, begitu saja. Memperdalam ilmu itu maksudnya, saat guru memberi saya pengetahuan, saya pahami, saya tanyakan jika tak paham-paham. Tujuan memperdalam ilmu itu untuk digunakan dalam menjalani kehidupan di dunia, entah nanti untuk profesi atau pegangan hidup.” Yvonne sapaan akrab siswi yang kebetulan juga berasal dari Temanggung inipun membenarkan hal tersebut, “Alhamdulillah saya dapat beasiswa paralel satu yaitu SPP gratis selama 4 bulan dan Alhamdulillah kali ini Allah memberi penghargaan atas usaha saya”, pungkasnya.
Pada semester genap ini, sekolah mengharapkan siswa lebih memiliki motivasi internal untuk meraih impiannya di masa depan. Menjelaskan hal ini Retno Sumirat mengungkapkan, “Melakukan sesuatu yang muncul dari kesadaran diri hasilnya akan lebih maksimal, dibandingkan melakukan sesuatu karena dipaksa orang lain. Paksaan orang lain tidak bisa disamakan, artinya dengan terpaksa karena keadaan. Untuk itu, kesadaran yang datang dari diri sendiri itu akan mendatangkan rasa senang, bahagia, semangat dalam menjalankan belajar”. Di semester baru dan tahun baru ini, para siswa yang sebelumnya terpaksa belajar online sudah sepantasnya memanfaatkan kesempatan belajar yang bisa ditempuh secara offline. Imbuhnya, “Kebiasaan-kebiasaan yang dirasa nyaman dengan belajar online karena bisa dilakukan lebih santai, rebahan, kurang tertib dalam berpakaian perlu ditinggalkan pada saat ini. Santai boleh, tetapi perlu diimbangi dengan langkah pasti untuk menuju sukses”. (EY)
