Mengembangkan Potensi Anak di Masa Pandemi dalam Kegiatan Parenting

  Pendidikan di tengah masa pandemi dibutuhkan banyak strategi khusus guna tetap menjalankan pembelajaran yang efektif dengan mengolah setiap potensi akademik maupun non akademik anak. Kondisi pandemi yang berjalan kurang lebih 6 bulan lamanya membuat sekolah menerapkan pembelajaran daring. Dalam kurun waktu yang lama ternyata berdampak pada adanya pemikiran negatif anak akibat situasi di rumah yang lebih sering mendapat teguran dari orang tua.  Menyikapi hal tersebut, SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta membuat kegiatan parenting bagi orang tua/ wali dalam mendampingi belajar anak di rumah. Kegiatan parenting mengangkat topik mengenai Mengembangkan Potensi Anak di Masa Pandemi. Pengambilan tema topik yang dibahas didasarkan pada sebuah penelitian mengenai kondisi anak dalam menilai dirinya sendiri. Tercatat bahwa 40% anak merasa tidak yakin dan tidak percaya terhadap potensi dirinya, 40% masih bingung akan niatnya sementara 30% belum mengetahui apapun minatnya. Berdasarkan penelitian tersebut ditambah dengan adanya kondisi pandemi yang membuat tingkat kecemasan anak meningkat menjadi melatarbelakang terselenggaranya kegiatan parenting orang tua/ wali siswa kelas X dan XI.
Dr. Dody Hartanto, M.Pd selaku dosen UAD menjadi narasumber kegiatan parenting. Kegiatan tersebut terselenggara dalam 2 sesi. Sesi pertama dilaksanakan khusus orang tua/ wali siswa kelas X pada hari Sabtu tanggal 22 Agustus 2020, sementara sesi kedua untuk orang tua/ wali siswa kelas XI pada hari Sabtu tanggal 29 Agustus 2020. Pertemuan tersebut diikuti melalui tatap maya via googlemeet juga streaming youtube.
    Menurut Dr. Doddy Hartanto, M.Pd ada 3 kunci yang harus dipegang setiap orang tua dalam menjaga kesehatan mental dan mencapai kesuksesan anak. 3 hal tersebut diantaranya mengenali anak secara lebih dalam, membantu anak semaksimal mungkin dan hindari mengeluh di depan anak sehingga muncul kebebeasan dalam berproses. 3 kunci yang diberikan dapat dikembangkan dalam menstimulasi anak di tengah kondisi pandemi sehingga potensi anak dapat berkembang tanpa terbatasi oleh situasi yang ada. Adapun kiat-kiat dalam mengembangkan potensi anak ala Dr. Dody Hartanto, M.Pd meliputi:
1.Memperhatikan kebiasaan, kesukaan anak dan aktivitas anak dengan teman sebaya.
Ketika melihat kebiasaan dan kesukaan anak janganlah orang tua mudah menegur. Pertanyaan umum yang biasa ditanyakan seperti Kamu mau sekolah dimana atau Besok kuliah jurusan apa. Ini merupakan pertanyaan yang justru memberatkan mental anak sehingga anak tidak dapat berkembang baik. Ubah pertanyaan tersebut dengan Saat tua, ayah dan ibumu sudah tua, apa yang kamu inginkan? Kemudian ditanya Lalu apa yang kamu lakukan?
2.Sering berdiskusi
Diskusi dengan anak dapat dilakukan dengan menentukan waktu yang tepat, misalkan setelah sholat berjamaah ditambah adanya respon fisik dengan merangkul atau menepuk pundak anak. Pemilihan waktu dan kondisi yang tepat dapat menimbulkan diskusi yang baik karena pikiran maupun mental anak berada dalam tahap tenang.
3.Berikan pekerjaan yang tepat
Adanya cara berpikir instanisasi proses dalam keterampilan hidup membuat anak tumbuh dengan sikap kurang bertanggungjawab. Sikap instanisasi keterampilan ini bisa diatasi dengan memulai pembagian pekerjaan rumah. Salah satu pekerjaan rumah yang bisa menanamkan karakter anak yaitu dengan mengajarkan tanggungjawab kepada anak untuk menanam dan merawat tanaman yang dapat menghasilkan buah/sayur dan lainnya. Pekerjaan lainnya misalkan mencuci piring dan gelas yang sudah dipakai.
4.Biarkan anak bergaul
Biarkan anak berekspresi dengan bergaul bersama teman. Hal ini bertujuan agar melatih bicara anak di depan umum. Saran dalam melihat pergaulan anak yaitu dengan melihat lingkungan pergaulan anak dan adanya komunikasi antar orang tua.
Berdasarkan survey kenakalan remaja tercatat bahwa awal mula kenakalan remaja berawal dari lingkungan keluarga. Gunakan kalimat penenang dalam memantau pergaulan anak. Orang tua jangan menggunakan kalimat interogasi kepada anak karena akan berdampak pada sikap anak kurang terbuka dalam menceritakan lingkungan pergaulannya.
5.Dorong anak ikut perlombaan
Adanya keaktifan di saat pandemi dalam mencari informasi berbagai kegiatan positif maupun perlombaan, sehingga potensi anak semakin meningkat.
6.Ajarkan arti bekerja keras
Antara orang tua dengan anak ada komunikasi dalam pekerjaan rumah. Pembagian pekerjaan rumah ini menumbuhkan sikap bekerja keras dan tanggungjawab dalam diri anak.
7.Beri kebebasan anak untuk memilih
8.Berkonsultasi dengan guru
Hubungan kerjasama yang sinergi antara orang tua dengan guru harus dilakukan dalam melihat maupun mengembangkan potensi dalam diri anak. (NH)