Ikuti “Sudja Championship”, SMA Muha Borong 6 Medali
Rabu, 08 Oktober 2023, siswa-siswi SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta mengikuti event “Sudja Championship” yang diadakan oleh PAY Lowanu. Ada Sembilan siswa yang dipilih untuk mengikuti event ini. Dalam persiapannya para siswa harus berlatih ekstra yang semula dihari Selasa & Jumat saja, disaat mendekati hari H mereka diharuskan berlatih 3-4 kali dalam seminggu. Dengan adanya Latihan ekstra ini diharapkan dapat memberikan kesiapan baik fisik maupun mental para peserta. Malika selaku salah satu pelatih Tapak Suci SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta menjelaskan, “Kemarin itu ada dua kategori yaitu Fighter dan Seni. Dan di masing-masing kategori ini ada beberapa kelas lagi didalamnya yang disesuaikan dengan berat badan peserta. Kemarin waktu persiapan juga kalau kendala saat latihan sebenarnya hampir tidak ada, cuma masalah diwaktu saja, karena siswa juga ada yang bisa dan tidak, dan begitu juga pelatihnya karena ada yang kuliah dan bekerja”.
Ajang bergengsi ini juga diikuti banyak sekolah yang bergengsi dibidang tapak suci. Naura Adyani Yasawafilla selaku salah satu peserta dari SMA Muha yang berhasil membawa pulang medali Emas menambahkan, “Awalnya saya ragu banget, karena lawan saya kemarin itu berasal dari sekolah yang tapak sucinya terkenal bagus. Tapi ternyata saya bisa mengungguli, jadinya saya bisa bawa pulang medali”. Hosmand Akram salah satu peraih medali perunggu dari SMA Muha juga menambahkan “apalagi saya, sama sekali tidak menyangka karena kemarin itu sebenarnya pertama kalinya pengalaman saya dalam bertanding, dan sekarang sudah kelas XII jadi sudah harus meminimalisir kegiatan seperti ini karena harus fokus belajar untuk kelulusan.”
Adapun daftar medali yang diperoleh SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta sebagai berikut:
|
NO |
NAMA |
KELAS |
MEDALI |
|
1 |
Selli Anggraeni |
XI IPA 1 |
EMAS |
|
2 |
Naura Adyani Yasawafilla |
E5 |
EMAS |
|
3 |
Hosmand Akram |
XII IPS 3 |
Perunggu |
|
4 |
Luthfan Rizqia Gamiel Cahyono |
E6 |
Perunggu |
|
5 |
Mutia Latifah |
E6 |
Perunggu |
|
6 |
Hayyatul Muthmainnah |
E8 |
Perunggu |
Sebagai seorang atlet, pastinya tidak lepas dari Latihan keras dan rasa gugup saat akan bertanding. Tidak sedikit atlet hebat yang harus kalah dalam bertanding karena tidak dapat melawan rasa gugupnya. Dalam kasus ini, Hosmand Akram memberikan Tips untuk melawan rasa gugup versinya, “rasa gugup pasti ada, tapi kalau saya biasanya tidur sebelum bertanding. Nanti kalau sudah mau giliran saya, baru saya bangun, lalu minum air sedikit saja supaya agak los, dan di mindset kita mikirnya kita bukan cari menang, tapi cari pengalaman, jadi siapapun lawannya kita tidak akan gugup.” Selain Hosmand, Naura Adyani Yasawafilla juga menambahkan cara mengatasi rasa gugup versinya, “saya itu kalau sudah gugup bisa sampai tremor, jadi sangat sangat sangat berpengaruh ke gerakan saya saat bertanding. Nah kalau sudah seperti itu, saya biasanya mengatur nafas agar lebih stabil dan minum air putih. Oh iya, jangan lupa minta doa restu orangtua sebelum berangkat, karena percaya atau tidak itu menjadi salah satu obat paling mujarab saat akan bertanding.”
Menjadi atlet yang professional tidaklah mudah, banyak hal yang harus didisiplinkan dari diri sendiri. Mulai dari latihan, pola makan, dan tidak lupa hubungan yang baik dengan sang maha pencipta. Malika selaku pelatih Tapak Suci SMA Muha berpesan, “Pesan saya ditingkatkan lagi ya semangatnya dalam bertanding, semangat juaranya juga harus ditingkatkan. Caranya gimana? Cuma ada satu cara, “LATIHAN”. Atlet sekelas internasional pun masih tetap butuh latihan, apalagi kita ya kan. Jadi dikencengin lagi latihannya, dikuatin lagi doanya, insyaAllah hasilnya tidak akan berbohong. Semangat untuk seluruh atlet yang sedang berproses menjadi profesional ????.” (AAP)
