Membawa Nama Indonesia, SMA Muha Kepakkan Sayap di Kancah Internasional
Tim Bhaskara Muha mengikuti ajang “International Intelligent Ironman Creativity Contest 2024” di Taiwan. SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta menjadi satu-satunya peserta yang mewakili Indonesia dan harus beradu kreativitas melawan 58 negara yang turut berpartisipasi. Ajang ini merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Taiwan. Dan Tim Indonesia dari SMA Muha Yogyakarta mendapatkan kesempatan khusus dari Taiwan Education Center (TEC) Indonesia untuk ikut beradu kreativitas melawan negara lain. Terdapat enam siswa yang mewakili SMA Muhaammadiyah 2 Yogyakarta dalam ajang ini yakni:
- Zalfa Naqqiyah Khalisah Ufairah (XII IPA3) sebagai ketua tim,
- Anisah Ardiningrum (XI F1),
- Muh Gilland (XI F2),
- Aisha Keyla Paramadina ( XI F3),
- Khansa Tabita Sakhi (XI F4)
- Reysa Halwa Raihanah (XI F4)
Dan didampingi guru pendamping, yaitu ibu Flaurencia Irene Mulya Irawati, M.Pd. selaku guru pengampu mata Pelajaran Fisika. Ajang 2024 International Intelligent Ironman Creativity Contest ini diikuti sebanyak 58 tim dan dari berbagai negara seperti Indonesia, Malaysia, Filipina, Hongkong dan Chili.
Zalfa Naqqiyah Khalisah Ufairah selaku ketua Tim Bhaskara Muha menjelaskan, “Jadi dalam lomba ini, kami diminta membuat sebuah ide tentang penggabungan dua peradaban yang ada di dunia (Aztek dan Terracotta Army) yang kami presentasikan dalam bentuk drama, kemudian juga dibuat display wall dan historical landmarks”. Kegiatan ini memaksa setiap tim untuk berfikir kreatif dan inovatif dalam waktu 72 jam saja.
Anisah Ardiningrum menambahkan, “kemarin kami membuat proyek landmark suku Aztec dari masa mesoamerika di meksiko yang digabungkan dengan Terakota Army Tiongkok di Gunung Lu yang ada di negara tersebut menjadi satu peradaban baru, bagaimana kehidupan sosial ekonomi baru kemudian tumbuh, Jadi kami dianggap mampu memprediksi the future (masa depan) melalui desain peradaban baru lewat landmark yang kami buat, Jadi kita bikin gunung, terus di depannya nanti ada terracotta army tiongkok yang digabungkan suku aztec. Jadi kami seperti superhero yang membangun peradaban baru gitu”.
Dari landmark yang mereka buat di Gunung Lu, Gunung Lu sendiri memiliki sumber daya alam giok dan emas, sehingga ekonomi di peradaban baru bisa berkembang. Suku Aztec dan terracota army Tiongkok bisa menambang giok dan emas. Ibu Flaurencia Irene Mulya Irawati, M.Pd. selaku pendamping dari tim Bhaskara Muha menambahkan, “jadi setiap tim harus mengerjakan tiga jenis tugas yang berbeda. Yakni Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Sosial dan Kebugaran Jasmani. Kontestan harus menyelesaikan tugas secara merata di ketiga jenis tersebut dan tim kami Alhamdulillah berhasil menyelesaikan semuanya dalam waktu yang tepat”.
Berada di negara lain dengan mayoritas kepercayaan yang berbeda tentu bukan hal yang mudah, namun mereka dapat merasa nyaman sejak awal kedatangannya di Taiwan karena mendapat sambutan yang baik, dan solidaritas tinggi yang diberikan panitia terhadap umat muslim, dimana tim Bhaskara Muha mendapatkan asupan makanan halal empat kali sehari.
Alhamdulillah, dengan usaha yang pantang menyerah selama 72 jam, dengan mengikhlaskan banyak waktu istirahat, SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta berhasil mendapatkan posisi keenam dari 58 tim yang ikut berpartisipasi. Selain itu Tim Bhaskara Muha Yogyakarta juga mendapatkan penghargaan “The Best Display” dalam ajang ini. Sungguh sebuah prestasi yang membanggakan, Dimana mereka menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia.
Bapak Drs. H. Slamet Purwo selaku kepala SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta menambahkan, “kami selaku school of talent mengapresiasi pencapaian yang sudah diraih siswa-siswi kami, apalagi ini sudah masuk kancah internasional. Semoga ini menjadi Langkah awal kami untuk lebih mengepakkan sayap lagi di kancah internasional. Dan semoga dari prestasi yang diraih keenam Ananda kita ini bisa menjadi motivasi siswa-siswi yang lain untuk terus berkarya baik dibidang akademik maupun non akademik”. (AAP)
