Pengalaman Belajar Jarak Jauh dikala Pandemi Covid-19
Menghimpun pengalaman siswa-siswi SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta dalam melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dimasa pandemi Covid-19, pewarta Muha berhasil menghubungi dua orang peserta didik bernama Khoirul dan Cahya Handayani Lanuru yang berdomisili di Halmahera, Maluku. Khoirul tinggal di daerah pedesaan Waringin Lamo, Kecamatan Kao Teluk, Kabupaten Halmahera Utara. Ketika diwawancarai melalui media WhatsApp Khoirul menceritakan suasana di sekitar rumahnya yang masih didominasi dengan tumbuhan dan pepohonan dan seringkali membuatnya merasa tenang. Selama pandemi Khoirul siswa kelas XI IPS itu mengikuti pembelajaran dirumahnya dengan perbedaan waktu yang harus disesuaikan dengan jadwal pelajaran sekolah. Perbedaan waktu antara WIB dan WIT terpaut sekitar 2 jam karena ia tinggal di pulau Maluku.
Fasilitas belajar pribadi yang dimiliki Khoirul sebenarnya sudah cukup memadai, namun dikala pandemi ini ia belum bisa merasakan tatap maya daring dengan leluasa. Ia mengatakan penyebabnya bahwa, "di desa saya belum ada akses internet, karena itu saya harus pergi ke daerah yang jaraknya kurang lebih 8 kilometer untuk bisa mengakses internet, itupun hanya bisa membuka WhatsApp dan media sosial lainnya. Untuk mengakses internet yang lebih kuat saya harus pergi ke daerah yang sudah dipasang pemancar sinyal yang jaraknya kurang lebih 16 kilometer dari rumah, setelah sampai saya baru bisa membuka E- Learning dan sebagainya". Pengalaman Khoirul selama pandemi ini patut diapresiasi pasalnya semangat yang ia dapatkan tidak datang begitu saja hanya karena keadaan. Ia sudah lama mengimpikan belajar di luar daerahnya yaitu di Yogyakarta (Kota Pendidikan) tepatnya SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Ia putera kelahiran Halmahera Utara namun memiliki alasan khusus untuk bersekolah di Muha; karena ingin mencari pengalaman baru dan melatih kemandiriannya. Baginya Muha tidak hanya mengajarkan ilmu dunia tapi juga ilmu akhirat, ungkapnya.
Ketika ditanya mengenai pengalaman apa yang bisa dibagi kepada teman-temannya selama pembelajaran jarak jauh, ia mengatakan, "untuk teman-teman yang masih bisa mengakses internet dengan hanya di rumah bersemangatlah belajar, kita bisa menghadapi pandemi, karena pandemi tidak bisa menahan kita untuk belajar dan menahan kita untuk meraih kesuksesan, salam semangat dari saya semoga kita bisa belajar dan berkumpul seperti dulu lagi, terima kasih kawan-kawan”. Kendala yang dihadapi Khoirul tidak dijadikannya beban, dibuktikan dengan nilai yang dikumpulkan selama belajar menunjukan hasil yang bagus, meskipun terkadang harus mengejar materi-materi belajar yang tertinggal. Berkat motivasi guru-guru dan pantauan wali kelasnya ia masih bisa mengikuti Penilaian Tengah Semester (PTS), Penilaian Akhir Semester (PAS) selama pandemi dengan hasil yang sangat baik.
Pengalaman yang kedua ialah siswa bernama Cahya Handayani Lanuru dari kelas XI IPA yang berdomisili di Halmahera Selatan. Sudah sejak dari Sekolah Dasar, Cahya memiliki impian untuk belajar di luar daerah tetapi karena dulu (umur) masih kecil orang tuanya belum mengijinkan. Selama pandemi ini ia terpaksa juga harus belajar dari rumah secara daring. Cerita yang pewarta Muha himpun dari Cahya dalam wawancara WhatsApp menurutnya, "sekolah sudah cukup banget memfasilitasi kita buat belajar, ngebuat gimana caranya biar kita bisa bener belajar, tatap maya semaksimal mungkin, tetapi saya pribadi nggak nyaman dengan sistem online di masa pandemi seperti ini. Sekolah daring pastilah ada kendala (sinyal) apa lagi di kampung saya, Maluku. Nggak bisa sosialisasi, nggak bisa bercanda ketika bertemu dengan teman-teman secara langsung, misalnya juga ada pelajaran yang lebih enak kalau tatap muka secara langsung". Kondisi tempat tinggal Cahya sejauh ini sebenarnya cukup nyaman, hanya terkadang sinyal tidak stabil (saat hujan) sehingga kualitas video tatap maya tidak maksimal. Ketika ditanya mengenai pelajaran apa yang bisa dibagi kepada teman-temannya selama pembelajaran di masa pandemi, ia menjawabnya dengan pesan inspiratif, "namanya juga belajar dan bersekolah, pasti ada aja sulitnya. Katanya pepatah, kalau mau sukses kita harus ngelewatin rintangan dulu entah rintangan apa tetapi mau dan tidak mau kita harus benar-benar melewatinya biar bisa jadi orang sukses". Demikian informasi yang pewarta Muha dapat semoga bermanfaat dan dapat menjadi inspirasi bagi para pembaca.
