Medali Perunggu untuk Nenek
Wahyu Zaenan Jazim atau akrab disapa Jazim kembali menorehkan prestasinya di bidang kebumian. Siswa perantauan asal Temanggung ini kini duduk di kelas XI IPA 2. Jazim memberikan kabar gembiranya atas prestasi medali perunggu di bidang kebumian tingkat nasional yang diadakan Presition (Preparation KSN Competition) minggu lalu.
Sore itu via whattshap, Jazim menceritakan perjuangannya meraih medali perunggu. Kemenangan yang didapat tidak serta merta diperoleh tiba-tiba tanpa persiapan apapun. Jazim menceritakan bahwa setiap harinya dia selalu belajar mencicil materi minimal 2 atau 3 subbab. Tak hanya itu saja, Jazim selalu mencoba melatih tingkat pemahamannya dengan latihan soal. Jazim juga membuat list materi yang sudah dikuasai dan yang belum dia kuasai untuk didiskusikan bersama pembimbingnya Andi yang notabenenya adalah peraih medali emas bidang kebumian.
Dibalik kejuaraan yang didapat ternyata Jazim mengalami hari duka sebelum lomba dimulai dimana nenek Jazim meninggal dunia beberapa jam sebelum pelaksanaan lomba.
“Terus untuk perlombaan kemarin sebetulnya saya ngerjain agak kurang maksimal karena pagi sampai dzuhur itu pondok saya ngadain acara mountenering, kemudian jam 2an saya pulang ke rumah karena nenek saya meninggal dianter ustad saya. Lalu jam 9.30 itu saya baru sampai di pondok jam 9.45 saya baru ngerjain soal lombanya. Itu saya udah telat jadi cuma bisa ngerjain 80 soal dan itu buru-buru dan capek juga, tapi saya optimis dan berdoa jikalau saya tidak menang tidak apa yang penting Allah memberkahi dan meridhoi aktivitas ini. Lalu saya kerjain dan alhamdulilah dari 80 soal itu hampir 60 soal benar dan saya lihat pengumuman alhamdulilah saya dapat medali perunggu”, curhat Jazim.
Sepak terjang yang dialami Jazim sebelum melaksanakan lomba ternyata tidak meruntuhkan rasa optimisnya. Meskipun merasa sedih sepeninggalan neneknya ditambah rasa capek yang dialami terlebih lagi waktu mengerjakan yang terlambat, ternyata Allah memberikan hadiah atas rasa ikhlas dan juga perjuangannya mempersiapkan diri menghadapi lomba.
Bagi Jazmi, “Kemenangan dan keunggulan berasal dari kebiasaan kita sendiri jadi semakin bagus kebiasaan semakin kita unggul daripada yang lain. Kemudian juga kunci kemenangan bukan pada kemauan untuk menang tapi kehendak untuk mempersiapkan kemenangan.” Selamat dan sukses selalu Jazim. Semoga kisah perjuanganmu dan juga pesan positif yang disematkan menjadi motivasi penyemangat agar teman-teman lainnya bisa mengikuti jejak kesuksesanmu. (NH)
