GeNose Hadir di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta
Pada tahun ajaran 2021-2022 awal masuk sekolah, peserta didik maupun Guru dan Tenaga Kependidikan SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta diharuskan untuk tes GeNose (Gadjah Mada Electronic Nose) baik yang tanpa gejala maupun yang terdapat gejala-gejala yang mengarah ke Covid 19. GeNose adalah alat pengindera elektronik cerdas yang terdiri atas tiga bagian utama yakni sistem larik sensor, sistem akuisisi data termasuk sistem aliran udara, dan sistem pengenal pola berbasis AI (machine learning dan deep learning).
Fatma Taufiyanti M. Si selaku Humas mengungkapkan berawal dari keinginan manajemen sekolah untuk memberikan jaminan keamanan standar Covid 19, maka manajemen sekolah memprogramkan pengadaan alat GeNose. Secara kebetulan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menawarkan alat Genose untuk bisa dibeli oleh Amal Usaha Muhammadiyah. Berdasarkan hal tersebut SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta juga membentuk rekanan yang dapat memberikan support berupa sponsor baik jasa maupun pendanaan untuk pengadaan alat tersebut.
Alat tersebut akhirnya dimiliki oleh SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta disamping minimnya ketersediaan alat tesebut di lingkungan umum. SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta telah berhasil dan menjadi pelopor adanya gerakan pencegahan Covid 19 yang mampu memberikan jaminan keselamatan dalam kembalinya peserta didik belajar di sekolah secara offline. Penggunaan tes GeNose akan dimulai saat acara Kompetisi Sains Nasional dan serentak pada awal tahun ajaran baru 2021-2022. GeNose dikhususkan sebagai alat untuk mendeteksi, membedakan, dan mengklasifikasi sampel berdasarkan bau atau aromanya. Keunggulan GeNose C19 adalah pengujian yang akurat, cepat, persiapan sederhana, analisis mudah, dan pengoperasian mudah.
Ketua MCCC (Muhammadiyah Covid-19 Command Center) SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta Wahyu Wijayanto, S. Sy. S. Pd, M. S. I mengungkapkan keseriusannya dalam melaksanakan pelayanan maksimal kepada peserta didik dan warga SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta untuk mencegah penyebaran Covid 19, serta melihat banyaknya peserta didik berasal dari luar daerah. Pelayanan tes GeNose juga dibuka untuk umum bila banyak yang membutuhkan dan dengan jadwal yang akan diatur kemudian.
Secara teknis pelaksanaan test GeNose ini dilakukan seperti halnya pada saat awal kegiatan Belajar Mengajar (KBM), kedatangan siswa perbulan, dan terjadwal satu pekan dua kali sesuai praktek dokter. Harapannya, dengan pengadaan alat pendeteksi dini gejala Covid 19 (GeNose) ini dapat membantu penekanan penyebaran Covid 19, memberi kenyamanan orang tua siswa terhadap kesehatan putra putrinya saat di sekolah.
