Berprestasi di Tengah Pandemi hingga Pembelajaran Tatap Muka Terbatas
Maulida Gustie El-Aisy siswi SMA Muhamadiyah 2 Yogyakarta yang saat ini duduk di kelas XII IPS 1 berbagi pengalamannya dalam meraih prestasi walaupun dalam situasi pandemi dan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT). Ia berhasil meraih juara diantaranya:
- Olimpiade Saintis Muda 2021 bidang Bahasa Indonesia Tingkat Nasional meraih Medali Perak
- Olimpiade Sains Siswa Nasional bidang Ekonomi Tingkat Provinsi meraih Medali Perak
- Kompetisi Ekonomi Syariah Nasional diselenggarakan oleh Bank Indonesia, 25% Region Jawa-Bali.
- Olimpiade Sharia Economy Festival 2 diselenggarakan oleh UAD, 5 Besar.
Sesi wawancara dilakukan Tim Teknologi dan Informasi (TI) untuk menggali informasi yang dapat kita bagikan mengenai pengalaman dari ananda Maulida Gustie El-Aisy dari kelas XII IPS 1 ini:
Bagaimana suka dan dukanya selama pembelajaran di tengah pandemi?
Suka duka yang saya alami selama pembelajaran daring yaitu harus menghadapi beberapa kendala. Seperti susah sinyal, kendala elektronik yang seringkali membuat saya tertinggal dalam merangkum materi. Akhirnya dapat berkurang dengan diadakannya pembelajaran secara offline atau PTMT yaitu pembelajaran tatap muka terbatas.
Bagaimana cara memotivasi diri agar tetap berprestasi di tengah pandemi?
Prinsip yang selalu saya pegang adalah hidup ini cuma sekali, maka gunakanlah untuk hal yang berarti. Kalimat itulah yg selalu memotivasi saya agar terus berusaha untuk berprestasi. Tanamkan dalam diri, bahwa dengan kita belajar, dengan kita berprestasi itu akan mengangkat derajat kita di mata manusia dan di hadapan Allah SWT.
Apa saja kendala yang dihadapi sebelum ada PTMT atau pembelajaran tatap muka terbatas?
Masa pandemi covid seperti sekarang ini semua kegiatan diluar rumah dibatasi, dengan diadakannya pembelajaran daring salah satunya. Keadaan ini merupakan suatu yang baru bagi kita tentunya, sehingga tidak jarang beberapa dari kita mengalami culture shock. Karena perubahan dari sistem belajar offline menjadi berbasis online. Melalui pembelajaran online tentunya ada beberapa kendala yang menyebabkan saya terkadang kesulitan dalam mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) daring. Salah satu kendalanya yaitu jaringan internet. Untuk pelajar seperti saya yang tinggal jauh dari kota (Brebes, Jawa Tengah) tentu saja akses jaringan internet tidak mudah. Meskipun saya sudah menggunakan wi-fi terkadang juga masih sulit untuk terhubung ke jaringan internet, hal itu juga terjadi ketika mati listrik.
Solusi apa yang ananda lakukan dalam menghadapi situasi pandemi ini namun tetap dapat berprestasi?
Saya sejak kecil sudah dididik agar tidak takut untuk mengikuti perlombaan. Sejak saya TK (Taman Kanak-kanak), orang tua saya sering memberi motivasi kepada saya agar saya berani mengikuti lomba karena yang terpenting adalah pengalamannya bukan juaranya. Maka dengan pengalaman yang saya peroleh saya menjadi siap untuk mengikuti kompetisi lainnya.
Siapakah sosok yang berperan di sekolah dalam membangun semangat mengikuti perlombaan?
Menurut saya, orang yang membangun semangat saya terutama dalam mengikuti beberapa perlombaan tentu saja guru-guru. Baik guru mata pelajaran maupun guru Bimbingan Konseling (BK) yang selalu memberikan support kepada saya untuk terus belajar dalam menggapai mimpi juga terutama dalam saya masuk PTN (Perguruan Tinggi Negeri) nantinya.
Bagaimana caranya agar tidak takut dulu, sebelum mengikuti perlombaan?
Cara agar kita tidak takut mengikuti lomba paling efektif menurut saya yaitu percaya pada diri sendiri bahwa kita bisa, kita mampu. Prinsipnya yaitu usaha nomor 1 sedangkan juara itu nomor 1001. (EY).
