Jazim: Saya ingin Melanjutkan Estafet Kejuaraan Ini

Wahyu Zaenan Jazim, siapa yang tidak mengenalnya. Seantero SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta tahu Jazim, nama sapaan akrabnya, dalam jajaran siswa berpretasi di sekolah. Siswa perantauan asal Temanggung yang kini duduk di kelas XII IPA 2 ini senantiasa aktif mengikuti berbagai perlombaan dan berhasil meraih kejuaraan di banyak bidang. Berasal dari keluarga sederhana membuat Jazim strunggle dalam menjalani setiap hal. Sikap optimis dengan penuh semangat yang ditampilkan Jazim membuat teman-temannya turut termotivasi untuk sukses sepertinya.

Berbagai kejuaraan telah Jazim torehkan dari awal di kelas X hingga kelas XII. Kali ini Jazim kembali mengharumkan nama sekolah dalam ajang bergengsi Kompetensi Sains Nasional (KSN). Dimana SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta menjadi satu-satunya sekolah swasta dari DI. Yogyakarta yang meraih Medali Perunggu di bidang kebumian tahun 2021. Sungguh suatu prestasi hebat yang membanggakan bagi sekolah juga Muhammadiyah.

Tak segan Jazim menuturkan bahwa semangat berjuangnya tidak luput dari motivasi yang diberikan oleh Yuanditra San, peraih medali emas di bidang kebumian Olimpiade Sains Nasional (OSN) tahun 2018. Yuanditra sebagai pembimbing Jazim selalu memberikan kiat-kiat suksesnya dalam menorehkan prestasinya selama di SMA dulu. Berawal dari sanalah Jazim memotivasi diri untuk dapat melanjutkan estafet kejuaraan yang telah dimulai Yuanditra.

Ditengah hiruk pikuk kegiatan padat Jazim di kelas 12 bukanlah penghalang baginya dalam membagi waktu antara belajar untuk sekolah juga belajar menyiapkan KSN. Hasil prestasi yang didapat tentu tidak semata-mata seperti keberuntungan dalam sekejap saja. Perjuangan, kedisiplinan diri, juga segala upaya dicurahkan hingga akhirnya doapun terijabah.

Ditemui via whattshap, Jazim bercerita bagaimana lika-liku proses yang mesti dia alami dari awal mengikuti KSN kota hingga nasional. Sempat mengalami ketidakpercayaan diri saat proses di provinsi membuat Jazim hanya pasrah terhadap segala hasil yang akan didapat. Adapula perasaan takut akan kegagalan terulang lagi dan membuatnya kembali gugur di KSN provinsi. Ketika ditanya kenapa, Jazim menjawab bahwa dari ujian praktik yang menguji kesabarannya bahkan saat pengerjaan soal pilihan ganda maupun esai yang dia kerjakan terburu-buru tidak sampai setengah dari seluruh soal yang terjawab. Hal itulah yang membuat Jazim kecewa dan pasrah diri akan hasilnya nanti. Puji syukur alhamdulilah ketika pengumuman provinsi Jazim lolos. Berawal dari pengumuman lolos di KSN kota kemudian provinsi hingga keharusan karantina dalam keikutsertaannya di bimbingan Koja dilalui Jazim dengan penuh semangat. Bismillah, begitu ucap Jazim ketika dia kembali melanjutkan perjuangannya sampai ke tingkat nasional.

Saya seneng banget karena bisa lebih baik dari tahun lalu dan alhamdulilah dapat Juara 2 KSN provinsi. Lanjut persiapan KSN kurang dari sebulan, habis saya ikut bimbingan kota dan bimbingan dari mas Yhuandita. Terus juga ada pelatda dari dinas yang harusnya 4 hari jadi cuma 3 hari karena bertepatan dengan ujian praktik”.

Ditanya perihal proses mana yang paling membekas dalam diri Jazim menjawab saat proses praktik. Dimana dia menceritakan betapa rumit ujian praktik saat itu. Tingkat kesukaran yang lebih meningkat dibandingkan tahun lalu turut menghantuinya saat itu. Hal yang sangat disyukuri Jazim saat itu adalah ketika sekolah, pembimbingnya yakni Yuanditra, keluarga maupun teman-temannya mensupport baik dirinya. Seakan dorongan itulah yang kemudian terus mencharge semangat Jazim untuk melalui segala proses yang mesti dilakukan.

Sewaktu ujian praktik alhamdulilah saya dibantu keluarga SMA Muha. Kalau tidak saya tidak tahu nanti jadinya gimana. Waktu pengambilan video juga sering banget gagal. Jadi ada 4 tes praktik kalau yang tes praktik meteo itu lumayan mudah tapi lihat awan sambil lihat matahari itu agak susah. Terus yang oseano itu saya sampai 9 kali percobaan baru bisa. Astro memang praktiknya mudah tapi laporannya paling susah dari ujian lain karena berhubungan sama statistik dan asbol. Kemudian yang terakhir geologi itu 2 kali gagal tapi setelah itu lancar

Jazim tersenyum ketika dia menceritakan ujian praktiknya itu dengan penuh emosi menggebu-gebu. Tak selesai sampai di tingkat nasional, Jazim bercita-cita untuk bisa melanjutkan dan menang di internasional. Tak hanya itu saja cita-cita Jazim, namun dia juga ingin mengenyam pendidikan tinggi di jurusan Teknik Geologi UGM.

Lanjut ke Teknik Geologi UGM bu. Saya pengen jadi dosen. Kalau khayalannya pengen dapet Nobel bu”, ujar Jazim sembari tertawa di sela cerita bahagianya.

Pembuktian atas motivasi yang terus melekat dalam benak Jazim membuatnya tidak mengenal kata putus asa. Semangat yang luar biasa dengan kedisiplinan diri berakhir pada perolehan prestasi. Sekali lagi Jazim berhasil membuktikan bahwa proses yang dilakukannya tidak akan mengkhianati hasil. Sekali lagi selamat atas prestasinya. Sukses selalu untukmu Jazim. Bismillah semoga cita-citamu diijabah Allah SWT juga cerita lika-liku perjuanganmu menjadi inspirasi kita semua. (NH)