Arsela dan Roseilha, Penerus Juara Kebumian Selanjutnya

Estafet kejuaraan bidang kebumian dari Yuanditra San tidak berhenti pada Wahyu Zaenan Jazim saja. Alhamdulilah estafet ini terus berlanjut mencari cikal bakal penerusnya. Sudah ada 2 siswa yang akan berjuang meneruskan perjuangan kedua kakak kelasnya yang sudah lebih dulu membuktikan diri atas keberhasilannya dalam bidang kebumian. Sebut saja Arsela Diva Sabilla, siswi kelas X IPS 3 yang baru-baru ini berhasil meraih Medali Perak tingkat nasional dalam Olimpiade Sains Akbar Nasional yang diselenggarakan oleh Yayasan Prestasi Indonesia. Arsela, sapaan akrabnya, berujar bahwa salah satu hal yang memotivasinya adalah kakak kelasnya Jazim yang dia lihat foto prestasinya pada laman Instagram sekolah @smamuhayk. Dari sanalah kemudian Arsela mencoba mencari tahu perihal materi kebumian itu bagaimana. Tak diduganya ternyata Arsela merasa ternyata kebumian itu seru dengan materi yang mengasyikkan.

Rasa keingintahuannya mulai berkembang disaat banyaknya lomba kebumian di berbagai event. Mencoba untuk menguji tingkat kepahamannya sekaligus melatih kedisiplinan diri dalam belajar membuat Arsela mendaftar lomba. Berbagai materi dan latihan soal dia lakukan secara rutin setiap harinya. Alhamdulilah usahanya inipun menghasilkan prestasi yang hebat.

Prosesnya saya belajar kebumian dari materi yang pernah kakak kelas saya kirimkan. Sehari saya belajarnya tidak terlalu banyak tetapi saya membiasakan tiap hari untuk membaca. Dan saya mencoba-coba latihan soal di buku olimpiade kebumian sekaligus mencoba latihan dari soal yang ada di google”, ungkap Arsela

Bagi Arsela sendiri kemauan untuk berupaya dan berani mencoba adalah kunci keberhasilan. Hal itupun ada dalam setiap diri kita tinggal bagaimana caranya kita untuk menguatkan juga berpendirian teguh untuk terus mencoba.

Kabar baik kembali didapat dimana kakak kelas Arsela turut meraih kejuaraan di bidang kebumian. Kali ini kabar tersebut datang dari siswa bernama Roseilha Christy Aruna Wahib. Roseilha berhasil meraih Medali Emas tingkat nasional dalam Olimpiade Sains Akbar Nasional yang juga diselenggarakan oleh Yayasan Prestasi Indonesia.

Berbeda dengan Arsela yang sebelumnya belum pernah bertemu dengan Jazim, justru Roseiha sudah kenal bahkan menjadi satu kelompok belajar kebumian saat proses lomba Kompetisi Sains Nasional (KSN) lalu. Roseilha yang kini duduk di kelas XI IPA 3 bercerita bahwa dia sering mendaftarkan diri dalam berbagai lomba khususnya kebumian walaupun tidak semua mendapatkan hasil kejuaraan namun semangat Roseilha terus ada hingga akhirnya dia berhasil membuktikan dirinya bahwa hasil memang tidak akan pernah mengkhianati proses. Kegagalan yang dia alami tidak serta merta membuatnya berhenti ataupun menyerah. Justru hal tersebut menjadi percikkan semangat tersendiri agar dia bisa terus melatih juga mengembangkan dirinya.

Selama ada niat pasti banyak jalan. Jangan takut untuk gagal karena setelah gagal akan ada banyak kesempatan yang bisa dicoba

Begitulah pesan Roseilha ketika ditanya apa yang membuatnya terus memotivasi diri untuk yakin mencoba lomba lagi dan lagi. Semoga Arsela dan juga Roseilha dapat menginspirasi teman-temannya untuk memberanikan diri mencoba hal baru yang positif dan meraih kesuksesan atas proses yang telah diperjuangkan. (NH)