Teleconference Muha : Berburu Bea Siswa LPDP Dalam dan Luar Negeri Bersama Dwi Ide Rahayu, M.Ed dan Muhammad Iqwan Sanjani, MSc TESOL

Hallo para readers, kita bertemu lagi, kali ini Tim i-EARN SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta akan menceritakan hasil pelaksanaan 2 teleconference yang sudah dilaksanakan pada tanggal 25 Desember 2021 bersama Dwi Ide Rahayu, M.Ed dan pada 5 Maret 2022 bersama Muhammad Iqwan Sanjani, MSc TESOL. Sengaja saya gabungkan berita ini karena sama-sama menceritakan tentang begaimana mendapatkan bea siswa baik di dalam maupun luar negeri.

Kedua teleconference yang diselenggarakan oleh Tim iEARN SMA Muhammadiyah 2 Yogaykarta ini, dilaksanakan untuk mensosialisakan program bea siswa LPDP dan membantu para siswa terutama kelas XII agar mereka memiliki kesempatan untuk belajar lebih tinggi dengan memanfaatkan bea siswa LPDP. Selain diikut oleh para siswa kelas XII, teleconference yang dilaksanakan secara online dengan google meet ini, juga diikuti oleh para siswa baik kelas X dan XI yang berminat dengan cara mendaftar melalui link yang sudah panitia siapkan.

Sekilas tentang  2 narasumber kita ini. Nara sumber pertama : Dwi Ide Rahayu, M.Ed merupakan alumni SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta tahun 2004 dan juga alumni penerima bea siswa LPDP tahun 2018. Narasumber kedua: Muhammad Iqwan Sanjani, MSc TESOL merupakan: Bachelor of English Language Education UAD (2012-2016), Master of Science in TESOL University of Bristol (2019-2020), UIPA Awarrds Awardee, PhD in education UNSW Sydney, Australia, dan  merupakan The Recipient of LPDP Scholarship in University of Bristol, The United Kingdom.

Baik mari kita pahami dulu apa itu LPDP. LPDP adalah singkatan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan yang  merupakan sebuah lembaga yang bekerja dibawah pengawasan 3 kementrian yaitu: Kemenkeu, Kemendikbud, Kemenag. Program beasiswa dari LPDP sendiri hanya ada dua yaitu untuk program Magister atau S2, baik dalam maupun luar negeri, serta program Doktor atau S3 untuk dalam maupun luar negeri juga. Jadi tidak ada program beasiswa untuk tingkat sarjana atau S1. Maksimal masa studi untuk program Magister  adalah 2 tahun dan untuk program Doktor 4 tahun. Dan jika melebihi masa waktu tersebut tentu saja bisa dikenakan penalti bagi pemegang atau pelakasana beasiswa tersebut.

Beasiswa LPDP ini bertujuan untuk mendukung ketersediaan SDM (sumber daya manusia) Indonesia yang berpendidikan dan berkualitas, mempunyai jiwa kepemimpinan dan memberikan efek yang baik terhadap masyarakat luas dan bangsa di masa depan. Sehingga orang yang nantinya akan mendapatkan kepercayaan dan kesempatan dari LPDP adalah orang yang sudah terseleksi melalui beberapa tahapan, dan akan melakukan studi lanjutan Magister maupun Doktor akan dibiayai oleh LPDP baik yang di dalam maupun di luar negeri.

Dwi Ide Rahayu, M.Ed dan Muhammad Iqwan Sanjani, MSc TESOL memberikan kiat-kiat untuk meraih bea siswa setelah beberapa kali mengalami kegagalan. Meskipun sering gagal, kita dapat memetik pelajaran, pelajaran apa itu? Nich jawabannya: kita menjadi tidak mudah menyerah, lebih focus pada kekuatanmu, persiapan diri  semaksimal mungkin karena persiapan itu adalah kunci untuk berhasil, seperti : belajar yang serius, ikut organisasi yang bermanfaat, persiapkan bahasa sendiri maupun bahasa Inggris dan TOEFL yang memadai, latihan membuat CV yang bagus, latihan menulis motivation letter dan personal statement. Selain bea siswa dari LPDP, mas Iqwan menginfokan juga bea siswa SI di luar negeri dengan persiapan : nilai raport yang memadai, surat rekomendasi dari sekolah, sertifikat-sertifikat yang mendukung.

Bagaimana cara membuat motivation letter? Nah ini jawabannya. 1) Perjelas alasan mengapa ingin apply; 2) Berikan tujuanmu dan bagaimana programmu berkontribusi untuk mencapainya; 3) Apa yang akan kamu dapatkan dari program tersebut; 4) Apa yang membuat programmu itu berbeda dengan program lainnya. Kemudian apa yang perlu diperhatikan untuk menulis personal statement : 1) Mempromosikan diri anda, mengapa diri kita ini orang yang tepat. Angkat cerita yang meaning full, yang menunjukkan bahwa diri kalian itu seorang yang leadership dan  memberi solusi. 2) Menghubungkan programmu dengan visi dan misi beasiswa. 3) Jelaskan siapa kamu, yang bermanfaat untuk orang lain. 4) Tunjukkan kiprah real kamu dengan cara ditulis , jangan hanya bicara yang tidak ada buktinya.

Para pembaca Budiman, itulah beberapa pengalaman dari 2 narasumber teleconference yang sudah berbagi pengalaman dan kiat-kiat untuk meraih bea siswa baik yang di dalam maupun luar negeri dengan segala kendala dan tantangannya dan akhirnya berhasil juga. Semoga dapat bermanfaat untuk kalian. Terima kasih. (DK)

Untuk lebih lengkapnya lihat channel you tube di bawah ini :

https://www.youtube.com/watch?v=N2PN27JiYEw