Pesantren Ramadhan dalam rangka “Semarak Ramadhan 1443” Moeha.

Pesantren Ramadhan dalam rangka “Semarak Ramadhan 1443” diselenggarakan SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta dan kegiatan lain diantaranya MOERA 2022 (Moeha Ramadhan Challenge), Ramadhan fii- al Qoryah, Bimbingan Tahsin dan Tahfidz, Menjadi Sahabat Al-Quran (one day one juz), Pentasarufan Zakat Fitrah, dan Pengajian Akbar.

Pesantren Ramadhan siswa kelas X dan XI SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta telah dilaksanakan pada tanggal 6 dan 7 April 2022 meskipun dengan daring. Kegiatan pesantren Ramadhan bertema "Generasi milenial tertib ibadah, berakhlak mulia dan berprestasi" bagi peserta didik merupakan program yang diselenggarakan oleh Wakaur ISMUBA (al-Islam, Kemuhammadiyahan, Bahasa Arab) setiap bulan ramadhan.

“Tujuan kegiatan ini agar siswa mendapatkan pemahaman ilmu agama yang baik dari aspek akidah, akhlak, maupun ibadah muamalah. Disamping memiliki bekal pemahaman agama yang benar, kegiatan pesantren juga memberikan pengalaman keagamaan kepada mereka agar semakin kuat dan meningkatkan kualitas spritualnya,” ungkap Wahyu Wijayanto, S, Pdi., S, Sy. Msi selaku wakaur ISMUBA.

Salah satu rangkaian kegiatan sebelum kajian menjelang berbuka adalah unjuk kompetensi siswa dalam belajar kultum. Kultum atau kuliah tujuh menit secara harfiah ini dimaknai untuk menyampaikan ceramah atau nasihat yang baik secara singkat tetapi bermakna. Setiap kelas mewakilkan satu peserta untuk menyampaikan kultumnya selama 5-7 menit dihadapan peserta lain.

Wahyu Wijayanto, S, Pdi., S, Sy. Msi selaku wakaur ISMUBA juga menjelaskan program kultum ini diharapkan menjadi pengalaman peserta didik dalam mengolah dan mengemas ilmu yang didapat dari bapak ibu guru untuk disampaikan kepada umat sebagai bentuk dakwah secara menarik.  “Dengan kegiatan ini pula, kita dapat menggali potensi putra-putri kita khususnya dalam hal public speaking dan mencetak kader-kader aktivis dakwah masa depan,” tambahnya. Pesantren Ramadhan 1443 H diikuti oleh siswa kelas 10 dan 11 kemudian dipilih 3 anak sebagai terbaik.

“Tampilkan kultum yang terbaik versi kalian sampaikan dengan penuh semangat sampaikan dengan penuh keikhlasan dan sampaikan dengan penuh keceriaan. Mudah-mudahan ilmu yang anak-anak dapatkan hari ini bisa diamalkan kemudian hari ketika sudah kembali bermasyarakat,” ujar pembawa acara Indah Fajarwati, M.Pd. dalam acara pesantren ramadhan menggambarkan suasana saat acara.

Berikut ini sekolah telah menyampaikan pengumuman para juara kultum baik kelas X dan kelas XI:

Kelas X

Juara 1 Kasamira Cahya Wardani (kelas X IPA 1)

Juara 2 Norma Rosi Firdaus (kelas X IPS 4)

Juara 3 Findyana (kelas X IPA 5)

Kelas XI

Juara 1 Naia Azzahra (kelas XI IPS 1)

Juara 2 Latfiah Karimah (kelas XI IPA 2)

Juara 3 Rahmatul ‘Ulya (kelas XI IPS 3)

Acara pesantren ramadhan diisi dengan kultum oleh siswa-siswi ini kemudian dilanjtukan pengajian menjelang berbuka pada tanggal 6 untuk kelas X menghadirkan Ustadz Ali Aulia, Lc. MA dapat disaksikan secara lengkap dalam link youtube berikut ini:

https://youtu.be/Vka3vZRsMF0

Pada tanggal 7 April 2022 untuk pesantren ramadhan kelas XI diisi ceramah oleh Dr. Agung Budianto dapat disaksikan secara lengkap dalam link youtube berikut ini:

https://youtu.be/c3wQVfuCHpw

Sekolah berusaha maksimal supaya para siswa-siswi kelas 10 dan kelas 11 disamping mengikuti kegiatan pesantren Ramadhan ini betul-betul bisa memanfaatkan momentum ini dengan sebaik-baiknya. Kepala SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta Drs. H. Slamet Purwo dalam setiap sambutannya acara pesantren ramadhan ini beliau berpesan kepada para siswa untuk mengurangi hal-hal yang kurang bermanfaat, dan lebih mengonsentrasikan pada kegiatan ibadah dan sekolah.

“Apabila ada hal-hal yang perlu dipecahkan masalahnya sampaikan kepada orang tua. Ada orang tua di sekolah yaitu bapak ibu guru. Orang tua di rumah (bapak dan ibu) atau mungkin saudara dari bapak dan ibu yang merupakan orang yang lebih tua dari kalian, jadikan sebagai tempat untuk mencurahkan hal-hal yang kalian perlukan bantuannya, sehingga harapannya kalian betul-betul bisa menjaga diri. Puasa itu hakekatnya adalah Al Imsak puasa adalah menjaga diri baik menjaga makan dan minum menjaga hal-hal yang bisa membatalkan puasa yang termasuk menjaga hal-hal yang kurang bermanfaat termasuk hal yang kurang bermanfaat” jelas Kepala SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta Drs. H. Slamet Purwo. (EB).