BHASKARA HIKING CLUB Taklukkan Puncak Merbabu 3122 MDPL
Sabtu, 22 Juli 2023 menjadi hari yang penting bagi Bhaskara Hiking Club atau sering kita dengar dengan nama BHC Muha. Pada hari tersebut, BHC melakukan pendakian perdananya setelah vakum lebih dari dua tahun karena terhalang Pandemi Covid-19. Persiapan demi persiapan sudah mereka lakukan bahkan dari sebelum tahun ajaran baru 2023/2024. Hal ini juga dibenarkan oleh Ahmad Syabilal selaku ketua BHC saat ini, “Wah, kalau persiapannya sudah lama, dari saya masih kelas X kemarin sudah dipersiapkan. Tapi kalau riwehnya ya baru akhir-akhir ini karena mengurus ijin persuratan-persuratan gitu”. Sebelumnya, mereka melakukan pemanasan atau latihan dengan memanjat wall climbing yang ada di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Hal ini dilakukan agar mereka tidak terkejut, tidak mudah lelah dan sudah terbiasa dengan medan yang ada di gunung.
Dalam pendakian kali ini, siswa-siswi SMA Muha yang tergabung dalam BHC melakukan pendakian di Gunung Merbabu dengan ketinggian 3122 MDPL. Tidak mendaki sendiri, selain sebelas siswa yang tergabung dalam BHC, mereka juga didampingi oleh tiga alumni BHC, dua orang guru, dan dua orang tenaga kependidikan. Dalam pendakian perdana setelah vakum cukup lama ini, tidak semuanya diwajibkan untuk sampai ke puncak, ada beberapa pendamping yang memilih untuk sampai Pos dua saja. Namun, seluruh siswa-siswi BHC Muha alhamdulillah berhasil menaklukkan Puncak Merbabu pada hari Minggu, 23 Juli 2023.
Exited, terharu, dan rasa puas membaur jadi satu saat mereka berhasil sampai di puncak gunung merbabu. Setelah tertidur lebih dari dua tahun, akhirnya BHC Kembali bisa menapakkan kaki dan merasakan udara puncak gunung yang sudah mereka tunggu bertahun-tahun. Kendala demi kendala sudah mereka rasakan, mulai dari siswa-siswi yang mengeluh tidak kuat, ingin menyerah, dan drama tas yang terlalu berat, namun semua dapat teratasi dengan baik. Syabilal menceritakan, “banyak anak-anak yang nggak kuat, milih stop aja dan balik turun, tapi aku motivasi terus kalau kita pasti bisa. Saya dan teman-teman yang kuat juga nawarin diri buat bawain tas mereka, tapi mereka nggak mau karena nggak enak gitu sama kami. Jadi solusinya yaa beberapa barang di tas mereka, saya masukkan di tas saya biar mengurangi beban mereka”.
Selain drama diatas, kendala lain juga dirasakan Shabrina Syifa Amalina selaku tenaga kependidikan yang ikut mendampingi BHC dalam pendakian ini, “Suhu diatas dingin banget, sampai satu derajat celcius. Teman satu tenda saya seorang guru putri, dia sampai pakai koyo dimana-mana, kaos kaki, jaket semua double, pakai sleeping bag juga, tapi masih kedinginan kata dia. Apalagi kita berdua belum pernah naik gunung sebelumnya, jadi bener-bener capek banget kemarin, tanpa latihan, tanpa persiapan, jadi sampai pos 2 kita nggak lanjut ke puncak hehe. Tapi di pos 2 pun view-nya udah bagus banget dan bangga sama diri sendiri bisa sampai sini”.
Terlepas dari segala kendala dan drama yang ada, Alhamdulillah semua pendaki baik guru, siswa maupun tenaga kependidikan sehat dan dapat pulang dengan selamat sampai rumah masing-masing pada Minggu sore, 23 Juli 2023. Syabilal juga menambahkan, “Alhamdulillah bisa berjalan lancar dari persiapan, pendakian, dan sampia pulang pun nggak ada kendala yang tidak teratasi. Yah, semoga BHC makin baik lagi kedepannya, makin kompak, dan semoga tahun depan masih bisa menaklukkan puncak-puncak lain yang lebih tinggi dari 3122 MDPL bareng teman-teman BHC SMA Muha pastinya”. (AAP)
