Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Menguatkan Peran Pelajar Muhammadiyah
SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta kembali membentuk karakter peserta didik dengan menggelar Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi siswa, tetapi juga menggali kearifan lokal Yogyakarta. Dalam wawancara dengan dua siswa, Pramudita Luthfiah Mahfuzhah Rachmabudi dan Haikal Ahmad Gading Pohan, terlihat antusiasme mereka terhadap kegiatan P5. Pramudita menyebut kegiatan tersebut seru dan memungkinkan mereka untuk lebih dekat dengan teman sekelas. "Kami juga belajar tentang kerjasama dan mendapat fasilitas berwisata, salah satunya ke Kampung Giriloyo untuk membuat batik," ungkap Pramudita.
Haikal Ahmad Gading Pohan menambahkan bahwa P5 memberikan pengalaman dan momen yang belum pernah dialaminya sebelumnya. "Saya merasa senang karena diberikan tugas dan kunjungan ke tempat yang membuat pembelajaran tidak membosankan," katanya.
Mengenai hal-hal baru yang dipelajari, Pramudita mengungkapkan bahwa dia menjadi lebih sadar akan cara membuat batik, penanganan limbah batik, dan dampak polusi suara yang masih cukup signifikan. "Kami diajar dari awal megang canting, dan hasilnya kami bisa lihat dari karya-karya kelas lain karena kita dipisahkan," jelasnya.
Haikal menyoroti bahwa kegiatan P5 mengajarkan cara membuat batik dan makna di balik setiap motif. "Sebelumnya saya belum pernah membuat batik, dan dari situ saya banyak belajar," ujarnya.
Kunjungan ke Desa Batik Giriloyo turut mencuri perhatian para siswa. "Saya sangat senang karena dari situ saya belajar cara membuat batik, dan setiap motif batik ternyata memiliki makna masing-masing," tambah Haikal.
Dalam konteks keberlanjutan, keduanya berharap agar kegiatan seperti P5 dapat terus dilaksanakan untuk melestarikan kearifan lokal dan budaya Yogyakarta. Pramudita mencontohkan upaya dari Jerome Polin, yang mengajak teman-temannya dari Jepang ke Desa Giriloyo untuk membatik. "Ini menjadi cara agar orang asing juga dapat belajar budaya kita," kata Pramudita.
Pendapat yang serupa juga disampaikan oleh Haikal yang berharap agar bumi tetap nyaman, aman, dan bersih tanpa polusi. "Semoga kearifan lokal Kota Yogyakarta tetap lestari, dan budaya yang pernah ada tidak akan hilang, agar bisa diceritakan kembali ke generasi mendatang," pungkasnya.
Retno Sumirat, Wakil Kepala Urusan Bidang Kurikulum, menjelaskan bahwa tujuan P5 tema kedua ini adalah membentuk karakter peserta didik yang kreatif dan inovatif sambil menjunjung tinggi budaya lokal, terutama Kearifan lokal Yogyakarta. "Harapannya, peserta didik benar-benar mengenal kearifan lokal yang ada di Jogja," ujarnya.
Proyek Penguatan Profil Pancasila di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga upaya nyata untuk melestarikan kearifan lokal dan budaya, serta menciptakan generasi yang berwawasan luas dan menghargai nilai-nilai Pancasila.
