Sarasehan Lustrum ke-15: Kupas Jejak Pengabdian dan Sinergi Menuju Sekolah Berkemajuan

Yogyakarta – SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta sukses menggelar Sarasehan Lustrum ke-15 bertajuk “Bersama Menanam, Bersama Menumbuhkan: Jejak Pengabdian, Sinergi, dan Harapan untuk SMA Muha Berkemajuan” pada Kamis (2/10/2025) pukul 08.30 WIB di Grha Ibnu Sina, dengan tiga panelis sebagai pembicara utama.

Acara yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi SMA Muha Yogya (youtube.com/@smamuha2yk) menjadi wadah silaturahmi lintas generasi guru aktif, purna tugas, alumni, komite, PWM, PDM, serta kepala sekolah SMP pengirim siswa terbanyak dalam SPMB.

Kepala Sekolah Hj. Retno Sumirat. M.Pd, membuka acara dengan menekankan sinergi sebagai kunci kemajuan. “Sarasehan ini bukan hanya peringatan 75 tahun, melainkan momentum menanam nilai dan menumbuhkan harapan bersama,” ujarnya dalam sambutan yang disambut tepuk tangan ratusan peserta.

Tiga panelis bergengsi memimpin diskusi mendalam. Drs. H. Syamsuri, M.M., mantan guru SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta sekaligus Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta periode 2007-2010, berbagi pengalaman membangun fondasi pendidikan karakter di era awal reformasi.

H. Gita Danu Pranata, M.M., Ketua Bidang Pendidikan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, menyoroti peran strategis persyarikatan dalam mengawal visi sekolah Muhammadiyah sebagai talent school yang berakhlak mulia dan berprestasi global.

Dr. Rahmat Muhadjir, S.H., M.M., Ketua Ikatan Alumni SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta periode 2025-2030 sekaligus dosen Fakultas Hukum UAD, mengajak alumni berkontribusi nyata melalui program magang, beasiswa, dan penguatan jaringan profesional.

Makna tema “Bersama Menanam” diuraikan sebagai ikhtiar kolektif menanamkan ilmu dan akhlak; “Bersama Menumbuhkan” sebagai semangat mencetak generasi unggul; sementara “Jejak Pengabdian” ditandai dengan penyerahan piagam kepada guru purna tugas, termasuk Syamsuri yang mendapat standing ovation.

Sesi “Sinergi” menghasilkan komitmen bersama: PWM dan PDM memperkuat supervisi kurikulum, komite menggalang dana infrastruktur, alumni membangun alumni center, dan kepala SMP pengirim siswa terbanyak di Muha menjaga kontinuitas pipeline siswa berkualitas.

Ruang “Harapan” dibuka lewat tanya-jawab interaktif. Seorang guru muda mengusulkan integrasi AI dalam pembelajaran; alumni menawarkan kelas kewirausahaan; sementara PDM menginisiasi program Muhammadiyah Talent Incubator untuk siswa berprestasi.

Penutup acara ditandai penanaman pohon simbolis oleh tiga panelis bersama kepala sekolah, disusul doa khusyuk dan foto bersama. Rekaman lengkap sarasehan dapat disaksikan di sini..

Sarasehan yang berlangsung khidmat dan penuh keakraban ini meninggalkan semangat baru bagi keluarga besar SMA Muha untuk terus berkemajuan di usia 75 tahun (EY).