Menyongsong Milad Muhammadiyah ke-112
112 tahun lamanya Muhammadiyah telah melebarkan sayapnya dalam memaslahatkan umat di berbagai bidang. Di mulai dari Kauman Yogyakarta, KH Ahmad Dahlan muncul sebagai tokoh yang berupaya memurnikan ajaran agama Islam melalui pendekatan di bidang pendidikan, kesehatan, hingga sosial. Peranan KH Ahmad Dahlan dalam membangun Muhammadiyah mengalami gejolak tantangan dalam masyarakat, namun tak ayal semangatnya terus membara. Semangat inilah yang membuat kiprah Muhammadiyah semakin berkembang hingga saat ini kita bisa merasakan kontribusinya dalam masyarakat.
Mengulang momentum berdirinya Muhammadiyah disemarakkan dalam berbagai kegiatan di semua lini lembaga Muhammadiyah tak terkecuali SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Hari Jumat lalu, Muha mengadakan kegiatan khataman dan pengajian akbar dalam rangka Milad Muhammadiyah ke-112. Khataman Al Qur’an dilaksanakan oleh segenap keluarga besar Muha. Khataman 30 juz dalam sehari berlangsung bersamaan dengan pembagian kelompok baca Al Qur’an dilanjutkan dengan pengajian akbar.
Pengajian akbar guna menyongsong Milad Muhammadiyah menghadirkan Ust. dr. Agus Taufiqurrohman, Sp.S., M.Kes, sebagai penceramahnya. Mengusung tema “Tetap Berprestasi Mengabdi untuk Negeri” sebagai topik utama dengan harapan Muhammadiyah semakin jaya dan berkembang memakmurkan masyarakat dalam pengabdiannya yang tak pernah putus. Ceramah diawali dengan video sejarah organisasi Muhammadiyah. Dari penayangan video inilah kita semakin membuka mata akan jejak sejarah Muhammadiyah hingga majunya perkembangan dalam mewujudkan masyarakat Islam yang sebenarnya.
“Muhammadiyah bergerak untuk terlaksananya ajaran Islam yang meliputi bidang Aqidah, Akhlak, Ibadah, dan juga Muamalah Duniawiyah”, tutur dr. Agus.
Dari sinilah kita semua akan paham bahwa Muhammadiyah mengantarkan kita untuk bisa hidup seimbang kepada Allah namun tetap menjalani hidup berdampingan sesama makhluk hidup.
Perjuangan Muhammadiyah dari tahun ke tahun mendapat gejolak tantangan di lingkungan yang berbeda. Pada masa pandemi ini Muhammadiyah berdiri kokoh ke depan berdampingan dengan pemerintah Indonesia guna mendukung segala usaha yang telah diikhtiarkan dalam menuntaskan permasalahan pandemi. Menilik dari kacamata bidang medis, dr. Agus mencoba menjelaskan apa saja kontribusi aktif Muhammadiyah selama masa pandemi ini. Muhammadiyah mendukung adanya program vaksinasi dengan berbagai tinjauan melalui agama maupun kesehatan agar masyarakat semakin yakin untuk melakukan vaksin. Tak hanya itu saja, Muhammadiyah melalui kadernya turut serta menyebarkan dakwah Islami digital. Dakwah tersebut menjadi faktor tambahan agar doa senantiasa terpanjatkan kepada Allah Yang Maha Melindungi.
“Jika anda menjadi guru hanya sekedar transfer pengetahuan, akan ada masanya dimana anda tak lagi dibutuhkan. Karena Google lebih cerdas dan lebih tahu banyak hal daripada anda, namun jika anda menjadi guru juga mentransfer adab, ketaqwaan dan keikhlasan maka anda akan selalu dibutuhkan karena Google tidak memiliki semua itu”, ujar dr. Agus.
Kunci sukses dakwah Islami di lingkungan pendidikan dilakukan melalui perantara guru. Peran guru tidak sekedar sebagai penyampai materi pengetahuan tetapi juga membimbing adab juga akhlak peserta didiknya. (NH)
