Teleconference Tour De Medicine Bersama dr. Safira dan dr. Khanza
Alumni merupakan salah satu potensi yang apabila dikelola dengan baik akan mampu memberikan kontribusi yang sangat besar dan positif bagi sekolah maupun adik-adik kelasnya. Hari ini Sabtu, 14 Agustus 2021, Tim iEARN SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta menghadirkan 2 alumninya yang sudah menjadi dokter sekarang ini dalam acara Teleconference Tour De Medicine via google meet.
Kita akan lihat profil dari narasumber kita yang pertama, yaitu dr. Safira Nur Askarina yang saat ini sebagai medical doctor di Rumah Sakit Khusus Bedah (RSKB) Ringroad Selatan. dr. Safira ini adalah alumni SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta tahun 2011. Setelah lulus SMA melanjutan kuliah di Fakulty of Medicine Gajah Mada University Yogyakarta dan lulus tahun 2017. Pernah menjadi asisten peneliti di RSUP Dr. Sardjito, sebagai dokter magang di Puskesmas Pati I dan RSUD Pati Jawa Tengah.
Dari TK-SMP dr. Safira sekolah di Kalimantan Selatan. Setelah lulus SMP bercita-cita untuk sekolah SMA di Yogyakarta, karena kebetulan mama papanya juga sekolah di Yogya. Alasan mendasar dr. Safira ini memilih sekolah di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, adalah untuk mendapatkan basic agama Islam yang bagus karena itu penting untuk bekal kehidupan sehari-hari.
Sejak sekolah di SD hingga SMP dr. Safira Alhamdulillah selalu masuk dalam 3 besar. Waktu di SMA pun selalu rajin belajar, tak lupa aktif adalam kegiatan ekstrakurikuler seperti Bhaskara Mubaligh Hijrah (BMH), IPM divisi PIP, Peleton Inti (Pabhama) bahkan pernah menjadi juara I komandan pleton putri DIY-Jateng, juara I lomba tenis meja mewakili propinsi, ikut seleksi exchange di Jakarta. Keren pokoknya anak Muha ini. Nah, adik-adik kelas dapat meniru semangat belajar dan prestasi dari dr. Safira ini. Yang penting harus memiliki kemauan untuk belajar dan beribadah baik, berani untuk mengambil kesempatan berkompetisi, dan jangan lupa untuk selalu berdoa kepada Allah SWT.
Untuk adik-adik kelas, perhatikan strategi yang dr. Safira bagi untuk mendaftar di Perguruan Tinggi yang kalian inginkan. Ada 3 point penting yang tidak boleh dilupakan, 1) Yakin dengan niatnya, apakah niat itu dari diri sendiri atau karena faktor lain, 2) Tahu medan ujian, apa saja ujiannya dan berapa biayanya, 3) Tahu kapasitas diri, jika sekiranya kemampuan belum maksimal maka tingkatkan dengan mengikuti bimbel atau try out. Setelah diterima kuliah jangan terfocus untuk belajar akademik saja, ikuti kegiatan lain, seperti aktif di BEM, Senat, kegiatan olah raga, dll. Kegiatan di luar akademik itu dimaksudkan untuk mennyiapkan diri ketika nantinya terjun di dalam dunia kerja dan masyarakat.
Selanjutnya kita akan lihat profil dr. Khansa alumni tahun 2015. Karena domisili asli dari luar Yogya, maka sewaktu SMA dr. Khansa ini tinggal di asrama putri SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Sewaktu SMA cukup pendiam tapi rajin dan pintar, jadi tidak banyak yang di bagi ke adik-adik kelas nich. Setelah lulus SMA melanjutkan di Fakultas kedokteran UGM. Manjalani intership 1 tahun, koas 2 tahun untuk mendapat gelar dr, dan preklinik selama 3,5 tahun untuk mendapat gelar S.Ked.
Sama halnya dengan dr.Safira, dr. Khansa berbagi cerita tentang bagaimana kuliah di fakultas kedokteran, materi apa saja yang dipelajari, ujian dan praktek-praktek baik di lab maupun di lapangan (RS atau puskesmas).
Saat ini pandemic COVID 19 sedang tinggi-tingginya di Yogyakarta khususnya, dr. Safira dan dr.Khansa berbagi tip tentang isolasi mandiri. Apa saja itu?
- Syarat Isolasi mandiri adalah : tidak bergejala, gejala ringan, Lingkungan rumah/ kamar memiliki ventilasi yang baik
- Beberapa tanda dari tidak bergejala dan gejala ringan : Sakit kepala, Sakit tenggorok, Pilek, Demam, Batuk, umumnya batuk kering ringan, Fatigue / kelelahan ringan, Anoreksia, Kehilangan indra penciuman/ anosmia, Kehilangan indra pengecapan/ ageusia Mialgia dan nyeri tulang, Mual, muntah, nyeri perut, Diare, Konjungtivis (radang atau iritasi mata), Kemerahan pada kulit / perubahan warna pada jari-jari kaki, Frekuensi napas 12-20 kali per menit Saturasi ≥95%.
- Lama Isolasi Mandiri
- Sedia alat untuk isolasi mandiri, yaitu : termometer (untuk mengukur suhu atau temperatur, serta perubahan suhu) dan oximeter (untuk mengukur kadar oksigen dalam darah).
- Kegiatan Harian Isolasi Mandiri : Buka jendela kamar untuk cahaya matahari masuk dan sirkulasi udara, Berjemur matahari 10-15 menit antara jam 10.00-13.00, Rutin cuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer, Olahraga rutin 3-5 kali seminggu, dan Makan bergizi seimbang 3 kali sehari secara terpisah dengan keluarga.
- Cukupilah vitamin C dan D sesuai petunjuk dokter.
Ternyata banyak hal yang dapat kita peroleh dengan mengikuti Teleconference Tour De Medicine bersama dr. Safira dan dr. Khanza. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Aamiin. (DK).
